Sepertinya semua orang akan berpendapat bahwa buku adalah salah satu jalan untuk kita lebih berwawasan, berpengatahuan, dan mengetahui apa yang kita tidak ketahui langsung melalui panca indera kita. Pusing ga sih bacanya? Ya intinya adalah seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa buku merupakan jendela dunia. Lewat buku kita bisa melihat dunia luar yang jauh dengan posisi diri kita berada. Sebenarmya saya juga sangat setuju dengan semua anggapan mengenai benda yang mereka namakan buku tersebut. Hanya saja setelah mengobrol dengan beberapa teman kampus saya beberapa waktu lalu, muncul sebuah anggapan lain mengenai benda yang mereka namakan buku ini. Beberapa teman saya itu beranggapan bahwa buku memang membuat kita lebih berwawasan, berilmu, berpengetahuan luas. Tetapi di sisi lain ternyata terlalu banyak membaca buku juga nantinya pola pikir kita “isinya” akan hanya berdasarkan buku. Sedikit-sedikit “menurut buku ini..” sedikit-sedikit “menurut buku itu”. Pikiran kita tidak akan berkembang dengan original, dalam arti terlalu banyak referensi di dalam otak kita sedangkan kita tidak mengembangkan pikiran kita sendiri. Nah jika sudah begitu bagaimana kita akan berbuat? Apakah tetap akan terus membaca buku sampai isi otak kita adalah isi dari buku-buku tersebut ataukah kita akan berhenti membaca buku dan belajar mengembangkan pikiran original kita sendiri tanpa dipengaruhi ide-ide dari buku? Dilemma ga sih? Atau jangan-jangan Cuma saya aja yang dilemma, sedangkan kalian engga? Ya..bisa aja sih..Atau mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari kamu sendiri setelah membaca tulisan saya ini? Bisa juga..tapi intinya sih kalau menurut saya, kedua pilihan diatas tidak ada yang tepat. Kenapa, karena tidak bisa dipungkiri memang kita harus membaca buku, malah semakin banyak semakin bagus, tetapi, nah ada tapinya..selain banyak membaca buku, kita juga harus mengembangkan pikiran kita sendiri, tidak menelan mentah-mentah isi buku-buku yang hendak kita baca. Ya walaupun itu semua juga tergantung kepada buku apa dulu yang kita baca, lalu pendapat yang saya tulis ini pun sifatnya relatif, engga selalu benar. Yang jelas, bangun pemikiran kamu sendiri, ciptakan inovasi!